Jumat, 14 April 2017

Minyeuk Pret Brand Lokal yang Mendunia

Minyeuk Pret, Brand Lokal yang Mendunia

Oleh Fuatuttaqwiyah El-Adiba

     Aceh, memulangkanku kepada aroma kopi yang berpadu dengan rempah-rempah. Salah satu kekhasan yang selalu kurindu. Tanah rencong itu membuatku selalu ingin ke sana. Mencicipi kopi yang ada di kedai-kedai sepanjang jalan di propinsi paling barat Indonesia.

     Bertahun tinggal di Aceh, takkan mudah melupakan eksotisme Bungong Jeumpa, yang harumnya tiada tara. Bunga yang diabadikan dalam sebuah lagu yang terkenal “Bungong Jeumpa.” Kecintaan masyarakat Aceh terhadap kekhasan daerahnya membuat merekan enggan meninggalkan Aceh.

     Minyeuk Pret(minyak semprot) adalah salah satu cara menjaga tradisi Aceh agar tidak mudah punah. Adalah Doni, salah seorang pemuda Aceh, penggagas brand Minyeuk Pret www.minyeukpret.com. Brand ini bukanlah main-main. Dimulai dari perbincangan Doni di salah satu kedai kopi di Banda Aceh pada Desember 2014. Ia pun terpikir untuk membuat barang khas Aceh yang melibatkan masyarakat Aceh. Aroma Aceh sangat terasa dari tiga varian Minyeuk Pret ini.

      Doni melihat bahan baku pembuatan yang melimpah ruah di Aceh. Minyak Nilam sebagai bahan baku pembuatan parfum adalah minyak terbaik di dunia. Sejak puluhan tahun lalu, minyak asal Aceh ini sudah diekspor ke manca negara. Apalagi minyak ini tidak bisa dibuat yang sintesis( menyerupai). Alhasil Doni pun berhasil mengangkat produk lokal hingga ke internasional.

     Sejak diresmikan pada tanggal 1 April 2015, produksi Minyeuk Pret ini tidak pernah berhenti. Produk ini pun laris manis di pasaran. Untuk produk lokal yang mendunia ini dipatok dengan harga Rp. 110.000,00. Ukuran yang tersedia pun relatif kecil yakni 30 ml. Botol yang bening dan mungil, membuat siapapun bisa mudah membawanya. Dan aman dibawa ke luar negeri karena kurang dari 100 ml(batas cairan yang boleh dibawa di dalam pesawat ke luar negeri).
      
    Saat ini ada tiga varian Minyeuk Pret. Ada aroma coffe yang mewakili semangat heroik berbalutkan maskulinitas, kemapanan seorang pria modern,  dan aroma seduhan kopi murni tanah aceh pada tingkat ketenangan tinggi. Yang kedua aroma Seulanga(bunga khas Aceh) yang mewakili ekstotisme, kesegaran abad pertengahan, keanggunan, refreshing your sensuality, kelembutan,  dan kecerian seksualitas.  Aroma terakhir adalah Meulu(lembut, feminism, fresh, semangat) yang mewakili  kesucian aroma Meulu, mengalunkan sensasi deburan ombak senja hari,  feminism mewah, memikat, mempesona,  dan nuansa putih elegan.

     Keistimewaan Minyeuk Pret adalah sekali semprot, aromanya tahan sampai berjam-jam. Jadi sangat irit cocok untuk yang kantongnya sedikit. Selain itu minyak ini tidak mengandung alkohol. Karenanya aman digunakan untuk salat bagi yang muslim.

      Produk Minyeuk Pret ini pun sudah dijual bebas. Bila datang ke Aceh, bisa mengunjungi pusat pembuatannya di Jalan Wedana no.104 Lam Ara Keutapang Dua kec. Banda Raya kota Banda Aceh atau di toko-toko souvenir di sekitar Banda Aceh seperti di Library Gift Shop Unsyiah, Pustaka Souvenir Peunayong, Citra Souvenir Lampineung, Chantiq Souvenir Batoh, dan Dekrasnas Kota Banda Aceh.
      Minyeuk Pret ini sudah diekspor ke 11 negara yaitu: Malaysia, Taiwan, Inggris, Thailand, amerika, turki, Dubai, Bangladesh, Jepang, China, Arab. Untuk lokal pemasarannya sudah sampai Medan,  Jakarta, Kaltim, Makasar, dan Surabaya. Dengan pemasaran yang semakin kreatif, Minyeuk Pret akan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dan semakin dikenal di seluruh dunia.


        Bila berkunjung ke Aceh, jangan lupa membeli Minyeuk Pret untuk oleh-oleh. Karena bila bukan kita siapa lagi yang peduli brand sendiri? #minyeukpret#produkunggulanaceh
Tulisan ini diikutkan dalam Lomba blog dengan tema "Minyeuk Pret Produk Unggulan Aceh".

Sumber















0 komentar:

Posting Komentar